Perpustakaan Ajip Rosidi


Kalau buku adalah sumber ilmu, mungkin rasanya pengin punya semua buku di dunia ini kamu miliki. Hebat nggak sih kalau pengetahuan di dunia ini ada di genggaman kita? Tapi kebayang nggak gimana modalnya untuk punya banyak buku kalau makan aja kita harus mikir dua kali. Belum lagi hidup cuma satu kali, sedangkan buku itu udah ada sebelum kita lahir bahkan sebelum kakek nenek kita merdeka pas tahun 1945. Jangankan buku, sih, melek huruf di Indonesia aja masih kurang maksimal. Menurut dosen saya sih, wajar karena generasi setelah kemerdakaan Indonesia masih orang-orang di generasi 3 sampai 4.

Untuk mencari sumber buku dari beberapa budaya di Indonesia itu cukup sulit. Nggak terkecuali budaya Sunda. Perpustakan di Bandung memang banyak, isi perpustakaan itu pun biasanya bermacam-macam, yang isinya bermacam-macam buku berbagai topik yang umum. Tapi kebayang nggak ada suatu perpustakaan yang membahas tentang berbagai macam tentang Sunda?

Itulah Perpustakaan Ajip Rosidi.

Kabarnya sih diresmikan tahun 2015. Perpustakaan ini didirikan oleh budayawan sekaligus sastrawan Ajip Rosidi yang merupakan tokoh yang peduli tentang kesundaan. Di sini ada berbagai macam buku mulai dari Sejarah, politik, agama, ekonomi, hukum, lingkungan, seni dan bermacam-macam deh pokoknya.

Karena kebetulan saya sedang mencari buku tentang kebudayaan Sunda, tanpa ragu saya langsung ke perpustakaan tersebut. Kalau kamu udah tamat keliling Bandung, pasti nggak akan kesulitan untuk mencari perpustakaan di Bandung ini. Letaknya di Jl. Garut nomor 2. Pokoknya dekat jalan-jalan yang isinya nama kota gitu deh, dekat jalan Jakarta. Gedung mempunyai 3 lantai, dan perpsutakaannya sendiri ada di lantai dua.

Ketika masuk ke dalam perpustakaan, kamu akan disambut dengan meja pegawai perpustakaan. Kalau kesulitan mencari buku yang kamu butuhkan, bisa tanya ke pegawai, atau langsung cari di katalog di komputer. Karena saya sendiri harus mencari satu-persatu buku dari seluruh rak yang ada. Kenapa? Karena belum ada index buku yang melengkapi setiap barisan buku yang ada. Butuh usaha yang sabar untuk mencari buku yang kamu butuhkan. Tapi untuk yang pertama datang seperti saya, pasti kamu bakal banyak melongo terkagum-kagum karena buset bukunya bermacam-macam banget jenisnya. Sebagai orang yang suka kurang fokus, saya selalu tertarik untuk melihat semua judul yang ada di perpustakaan Ajip Rosidi ini.










Buku La Galigo, Komik jadul, buku bahasa lain, sejarah musik korea (eh ini Kpop kan?).

Judulnya mulai dari yang memang Sunda banget, sampai ada yang bahasa belanda dan jepang. Gile, lama-lama bisa pintar ini kalau sering ke perpustakaan. Sebenarnya nggak harus heran juga sih ya, kan Indonesia pernah di jajan Belanda sama jepang. Jadi wajar kalau arsip budaya dengan bahasa yang ajaib. Sempat bingung juga kalau nemu buku yang tulisannya bahasa sunda yang hanacaraka yang rasanya bahasa tingkat tinggi begitu. Menuju bagian bawah-bawah ada majalah Mangle dari jadul sampe sekarang, terus ada… komik-komik jadul, dong. Yang gaya gambarnya mirip komik siksa neraka pas zaman saya SD pun ada. Ada hikmahnya juga baca semua judul buku yang ada karena tidak ada index yang baleg.

Nggak semua juga berhubungan dengan Sunda. Ada yang seputar Indonesia, macam La Galigo. Komik jadul juga banyak, untuk kamu yang memang penasaran bagaima komik di Indonesia, atau bahkan kamu jago bahasa jepang, belanda atau lainnya, kamu bisa menguji skill kamu. Untuk yang doyan Kpop, mungkin kamu harus tahu sejarah musik korea itu bagaimana agar kamu menjadi umat Kpop yang hakiki.

Banyak sekali yang membuat saya tertarik. Buku-bukunya beragam. Malah, banyak buku yang belum terpajang. Karena ketika saya di sana, para pegawai sedang merapikan banyak sekali tumpukan buku yang ada di lantai, banyak kardus besar berisi buku. Nggak menutup kemungkinan perpustakaan ini akan semakin baik karena koleksinya yang banyak. Kalau kamu tertarik dengan beragam macam budaya Sunda dan kamu sedang mencari berbagai macam buku tentang Sunda, kamu nggak boleh melewatkan Perpustakaan Ajip Rosidi. Banyak buku yang bagus, banyak ilmu yang bisa kamu sedot sepuasnya. Jadi, tanpa mempunyai banyak buku pun, kamu bisa (merasa) memiliki banyak buku dan ilmu jika kamu sering-sering ke perpustakaan.

Lokasi: Jalan Garut nomor 2, Bandung.

Jam buka: Office Hour

Ps:

- Kalau mau meminjam, kamu harus membuat kartu anggota dahulu.

- Siapkan waktu yang banyak, karea index buku belum rapih, banyak buku menarik.

You Might Also Like

3 komentar

  1. Aku nggak tau jalan Garut itu di mana.. Berarti aku belom tamat ya keliling Bandung-nya? Hahaha
    Itu sejarah musik korea ngga sampe kpop jaman sekarang kali.... Bahkan keliatannya buku itu lebih tua dibanding TVXQ (??)(kenapa harus TVXQ)

    BalasHapus
  2. Kaka kalau cuman baca Harris sama jadi anggota

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya harus jadi anggota?
      Engga kok. Bisa baca sepuasnya dan masih di perpustakaan. Anggota untuk meminjam dibawa pulang saja.

      Hapus

Berikan komentarmu dan kita bisa berdiskusi di sini!