Kepikat : Pahit - Pahit Meriah


Makanan itu identik dengan sebuah rasa. Benar nggak, sih? Sesering-seringnya manusia berbohong, sesuka-sukanya orang mengumpat kesana-kemari, kalau makanan udah masuk daerah kekuasaan lidah, cita rasa manis, asin, asam, dan bahkan pahit aja nggak bisa dibohongin. Kecuali kamu lagi sakit.


Makanan manis, sudah biasa. Asin dan asam itu punya kenikmatan sendiri, apalagi dimakan sambil merem-melek. Pahit? Ada kopi pahit, teh pahit, dan pare? Walaupun banyak yang benci, ternyata pahit itu lebih banyak fanboy-nya. Ada makanan pahit lagi selain itu? Ada. Namanya emping. Mahakarya makanan yang (setengah) pahit yang berasal dari melinjo yang biasa kamu temukan di sayur asam. Emping ini bisa disebut mutan-nya melinjo, punya beda sifat karena digoreng, dan bentuknya jadi pipih kempis. Kalau di kehidupan sehari-hari, di beberapa daerah Emping merupakan teman makan wajib bagi bubur, gado-gado, ketoprak, bahkan teman setia opor ketika Lebaran tiba. Dilumuri kuah opor, Emping nya tenggelam menjadi lembut-lembut crunchy. Untuk para orang tua yang suka melancong ke berbagai tempat, pasti ada beberapa daerah yang memproduksi emping sebagai oleh-olehnya.

Bagi para anak muda kece yang suka bergaul, mungkin emping kurang disegani. Abis old-school gitu, Tipis, polos nggak berwarna, udah begitu ya pahit. Kan anak muda itu doyannya ekplorasi, ceria, dan berwarna. Kalau anak muda nongkrong sambil ngegigit emping, ya luntur nggak kelihatan kece lagi. Untungnya ya dunia itu terus berputar, kekuatan dinasti itu bisa runtuh, harga cilok itu bisa naik selama manusia hidup. Lalu emping pun bisa bermutasi kedua kalinya dengan munculnya produk emping berbagai macam rasa dengan nama Kepikat.


Dari kelihatannya sih udah lumayan kekinian banget, lah ya. Ada gambar anak mudanya. Tipikal kita-kita yang masih muda gitu, ceria dan masih belum kenal lepehan dunia. Dengan warna oranye dan coklat lumer, packagingnya cukup meyakinkan kalau ini produk makanan. Di dalamnya berisi 100 gram emping yang punya beberapa pilihan rasa yaitu vanilla oreo, green tea, strawberry oreo, dan chocolate premium (nggak tahu deh yang pertamax gimana). Dari fun fact atau manfaat Kepikat atau kenyataan pahitnya emping sih, produk ini mengandung antioksidan dari melinjo yang menangkal radikal bebas, mengurangi badmood, dan ini nih yang paling penting bagi yang mau hidup abadi, memperlambat penuaan dini.


Jadi tenang aja, buat kamu yang dandannya udah mirip tante-tante, dengan makan Kepikat kamu bisa kelihatan lebih manis.


Dari keempat rasa yang ada, saya sudah merasakan tiga, tanpa merasakan strawberry oreo. Kan sedih. Rasanya? Hmm gimana ya, kayak kamu menempuh perjalanan berlumpur ke suatu tujuan dan bahagia mendapat ketenangan di bagian akhir. Mungkin untuk sebagian orang itu kejutan. Soalnya, tumpukan bubuk rasa dari emping nya itu tebal, menggumpal dan beberapa bagian dan manis, sangat-sangat manis. Membuat kamu lupa bahwa dibalik semuanya, ini adalah sebuah emping. Bahkan ketika menggigit bagian dari empingnya dan membuatnya terbelah, menjadi hancur dan menjadi remah yang mengalir di lidah, rasa manisnya tidak hilang. Yang menarik di sini adalah aftertaste-nya, sensasi pahit akan timbul setelah kamu memakan bagian dari kepikat sampai habis. Terkadang mengejutkan.

 

ini foto Kepikat rasa Vanilla, rasa chocolate lebih jreng dan green tea hejo banget, guys.

Kepikat ini ada kekurangannya? O jelas! kurang banyak! haha. bukan ding. Saya sebenarnya sempat bingung untuk membelinya di mana. Ini saja tiba-tiba ditawarin adik ada produk yang nggak biasa. Harganya? 17 ribuan saja. 17 ribu untuk merasakan tahta emping menjadi cemilan manis. Setelah kepo di internet, saya menemukan akun empu yang jualanya dengan alamat instagram @7premium_store. Tenang saja, sepertinya akun itu memang asli, bukan akun yang suka mengomentari post instagram kamu dengan promo yang bertebaran. Siapa tau kalau kamu lagi nganggur bisa sambil ngemil emping, atau kalau mampir ke kota Serang yang menghangatkan ini, kalian  bisa mencoba produk olahan emping-nya anak muda ini.


Makan Kepikat ini rasanya unik. Mungkin karena makanan lain jarang mengangkat makanan pahit, apalagi yang di package menjadi makanan kekinian. Kalau orang tua suka membeli oleh-oleh gaya old-school dengan empingnya di pasar, mungkin anak muda yang ikut nebeng di mobil orang tuanya bisa membeli kepikat sebagai oleh-oleh bagi bro-sis nya. Untuk saya yang suka makan olahan melinjo yang kerjaannya mengemil dengan aliran mengoleskan kecap ke emping atau sekte merendam habis emping dengan kuah opor ayam, saya menyukai kepikat ini dengan bahagia. Makanan tradisional yang biasanya menjadi teman makan, bisa menjadi makanan utama sebagai cemilan yang keberadaannya sempurna, sejajar dengan tahta oreo dan kemeriahan green tea saat ini.




Mejeng dulu biar kalian cepat kenyang.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Ordernya dimanaaa, dari reviewnya kayanya enak mas :D sudah lama tidak berkunjung, itu dari fotonya kayaknya kurusan?

    BalasHapus
  2. yang sekarang emping sudah banyak rasanya ya, tapi meskipun rasa melinjo asli saya suka..

    BalasHapus

Berikan komentarmu dan kita bisa berdiskusi di sini!