Kreatif dengan Belanja Serentak


Apa pertanda orang indonesia ekonominya menurun? kalkulasi statistik? harga beras naik? kualitas jomblo makin tersebar di berbagai sudut daerah? belum tentu dan nggak juga, semua itu nggak pernah terjadi secara masif di lapangan. Harga beras naik, tetap aja banyak di warteg yang makannya dengan setumpuk nasi yang menggunung indah, jomblo - jomblo di lapangan makin banyak yang update instagramnya keren, kalo nggak makan di restoran kece, ya traveling hore. Malah ya, di internet, banyak yang makin doyan belanja. Tahu promo sebagian besar e-commerce indonesia yang kompak mengadakan hari belanja online yang biasanya ada di 10 Oktober, 11 November, dan 12 Desember, kan?
Dari setiap 3 acara pesta belanja itu, selalu saja ada kenaikan tingkat kehedonan orang indonesia yang bisa dilihat di artikel ini techinasia (https://id.techinasia.com/singles-day-promosi-asia) yang menyebutkan kalau tingkat pembelian meningkat hingga ratusan persen. Gila nggak tuh? Apalagi, di China sana, istilah 11 November itu erat kaitannya dengan Single Day. Jadi, penjualan yang besar itu ditunjukan untuk para jomblo yang nggak punya tujuan menghabiskan duitnya untuk apa. Nggak, deng.
Tapi, kehedonan ini bukan hal yang negatif, kok. Daya beli masyarakat naik berarti ekonomi indonesia semakin baik, iya toh? Bayangin aja, berapa transaksi online yang ada pada hari belanja di tanggal yang cantik tersebut? bisa aja sampai miliaran, bahkan triliunan. Milenial, bapak-bapak, tua muda, anak-anak, sampe jomblowan jomblowati ikut belanja. Nggak ada ciri-cirinya masyarakat Indonesia ekononimya melemah. Hidup lah Indonesia!
Bahkan, di Indonesia sendiri nih ya, Hari belanja online yang diadakan hingga 12 Desember, selalu dijadikan event puncak di penghujung tahun. Sebagian besar ecommerce memang pasti ikut, bahkan yang tidak ikut sekalipun harus terpaksa mengikuti riuhnya hari belanja online serempak, lihat aja tokoijo yang event yang mereka bikin sendiri sebelum 12 Desember, yang Kebut Resolusimu. Tapi, etapi karena peraturan dari pemerintah yang sepertinya sedikit memaksa semuanya untuk ikut, yang sumbernya bisa dilihat di sini (http://id.beritasatu.com/home/puncak-pesta-belanja-online-terbesar-kembali-hadir-12-desember/182561). Dalam artikel tersebut, tiga kementrian yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jadi ya, mau nggak mau semuanya harus kompak. Nggak apa apa lah ya kalau semuanya masih punya promo untuk dipasarin.
Tingkat kreatifitas Ecommerce dalam berjualan memasarkan event paling bergengsinya juga makin kreatif. Contohnya dengan membuat film pendek yang bisa disangkut pautkan dengan promo-promo belanjaan kayak Bukalapak yang menggandeng Dian Sastro. dengan judul After 11. Bikin film yang cinematicnya keren, scoring musiknya asik, ditambah promo yang bukan sekadar tempelan ngebuat Bukalapak makin keren.
Shopee, yang sampe menggandeng girlband korea, Blackpink. Itu sih duitnya emang gila nggak ketulungan. TVC, sampe sebuah konser besar diadakan, untuk melengkapi promo di 11 November dan 12 Desember. Memodifikasi vidio Klip blackpink yang sebuah kata diubah menjadi sebuta 'Shopee' aja itu udah ngebuat bayar lisensinya mahal, gimana dengan TVC serta hal keren lainnya yang dbikin Shopee. Ampun sih shopee, Ecommerce lain cuma bisa cengo kalau udah menggandeng Blackpink.
Tahun 2018 ini membuat Ecommerce di Indonesia semakin kreatif untuk memasarkan produk dan brand mereka. Semakin dewasa, dan tentunya punya nilai tambah dari ecommerce lainnya, bahkan dari ecommerce di luar Indonesia.

You Might Also Like

0 komentar

Berikan komentarmu dan kita bisa berdiskusi di sini!